The Descendants: Mereka Yang Belajar Dari Koma Dan Kematian

Genre: Drama Komedi
Durasi : 1:55
Tanggal Release: 18 November 2011 (US)
Sutradara: Alexander Payne
Pemain: George Clooney (Matt King), Shailene Woodley (Alexandre), Amara Miller (Scottie)

Ketiga anggota keluarga itu duduk bersama di atas sofa dalam ruang keluarga di depan layar televisi dengan berselimut sambil menikmati es krim. Seorang ayah bersama kedua anak perempuan kesayangannya yang berusia 17 tahun dan 10 tahun. Meskipun tidak tampak saling berbicara dan lebih tampak menikmati acara televisi, mereka menikmati kebersamaan yang memang tidak pernah mereka rasakan sebelumnya. Namun siapa kira bahwa kebahagian mereka bertiga itu mereka peroleh melalui proses panjang sebelum dan sesudah sang istri sekaligus ibu mereka koma dan meninggal dunia karena kecelakaan saat berseluncur.

Adalah akhir cerita dari salah satu film yang dibintangi aktor terkenal George Clooney pada tahun 2011 yang lalu dengan judul The Descendants. Film yang disutradarai oleh Alexander Payne yang dulu lebih dikenal karena gaya cerita satire dalam filmnya namun kini lebih sering menggarap film ber-genre drama komedi itu mengangkat kisah seorang kepala rumah tangga yang gagal dalam mengurus anak-anaknya juga istrinya.

Meskipun terdapat banyak tingkat emosi yang berbeda dalam film drama komedi ini, namun dalam menulis ataupun menyutradarainya Alexander Payne mengaku tidak mencoba memisahkan suasana tragis dan lucu yang mendominasi karena menurutnya dua hal itu adalah dua rasa yang berbeda satu sama lain. Yang dilakukan justru membuat filmnya tampak seperti kehidupan nyata di mana dalam hidup terdapat garis tipis yang mengandung rasa tragis juga tawa.

Cerita film The Descendants berpusat pada seorang lelaki bernama Matt King. Matt King adalah seorang kepala keluarga yang bekerja sebagai pengacara. Dirinya juga keturunan bangsawan yang memiliki hak tanah yang sangat luas di Hawaii. Matt terkenal sangat pelit juga super sibuk hingga dirinya jarang meluangkan waktu dengan sang istri juga anak-anaknya hingga dia menganggap dirinya sendiri sebagai seorang “orang tua cadangan”.

Hal-hal tentang mengurus anak-anaknya tidak terlalu dia mengerti hingga istrinya jatuh koma di rumah sakit sesudah terjatuh saat berseluncur. Matt harus mulai mengurus Scottie anaknya yang berusia 10 tahun yang sangat nakal dan suka merusak hal-hal disekitarnya. Selain Scottie, dia juga harus menghadapi Alexandre, anak pertamanya yang berusia 17 tahun, yang sangat membenci ibunya dan lebih memilih tinggal terpisah dengan orang tuanya itu. Dalam kondisi itu Matt mengira bahwa segalanya akan kembali normal dan dirinya dapat memperbaiki semua keadaan sesudah istrinya nanti sadarkan diri. Dan drama pun dimulai seketika itu.

Matt harus menghadapi kenyataan bahwa istrinya yang jatuh koma tidak akan lagi sembuh bahkan membaik. Yang harus dia hadapi adalah kenyataan bahwa sang istri sudah meninggalkan wasiat untuk mencabut segala alat yang membantunya hidup dalam keadaan seperti itu. Karena itu Matt bertanggung jawab untuk memberitahu kedua anaknya yang masih remaja, keluarga, juga kerabat dekat mereka tentang hal itu.

Kenyataan yang tragis ini semakin saja memburuk ketika dia mencoba mendekati dan memberitahu Alexandre yang sangat membenci ibunya. Justru dari anak pertamanya itu dia kemudian tahu alasan kenapa anaknya lebih memilih tinggal terpisah dan membenci ibunya dan itu membuka kenyataan kegagalan kedua Matt sebagai kepala keluarga karena diselingkuhi oleh sang istri.

Kemudian cerita bergeser dari rumah sakit kepada pencarian siapa selingkuhan sang istri yang jatuh koma. Matt dan anaknya mencoba mencari tahu siapa laki-laki itu dan di sinilah sutradara menyisipkan cerita-cerita lucu dalam filmnya. Yang ingin Matt lakukan hanyalah memberi kesempatan pada laki-laki itu untuk bertemu terakhir kalinya dengan sang istri sebelum prosedur medis yang harus dilakukan dan akan mengakibatkan meninggalnya sang istri.

Dalam perjalanan mencari siapa selingkuhan istrinya itulah Matt tanpa disadari kembali menjalin hubungan yang sudah renggang dengan anak-anaknya. Hingga pada suatu titik Matt yang juga sedang dipusingkan dengan masalah rencana penjualan tanah perwalian yang dimilikinya bertemu dengan lelaki selingkuhan istrinya yang tak lain adalah broker juga saudara dari pengusaha yang berencana membeli tanah perwalian Matt. Di saat itu pula lah Matt yang bingung harus menghadapi kematian sang istri juga mesti mengambil keputusan untuk menjual tanah perwalian itu atau tidak.

Film keluarga The Descendants menjadi begitu menarik untuk disaksikan karena mampu menggerakan perasaan orang yang menyaksikannya akan hal-hal yang bersifat kemanusiaan, seperti cobaan yang harus dihadapi Matt sebagai seorang manusia di mana dia berusaha memaafkan dirinya sendiri atas ketidak mampuannya dalam mengurus keluargannya.

Hal senada juga diungkap oleh sang pemeran, George Clooney, saat diminta mengomentari peran yang dibawakannya dalam film ini, “Hal yang diutarakan film ini adalah tentang memaafkan. Dia (Matt) tidak hanya memaafkan istrinya juga semua hal yang sudah dilakukannya, tetapi dia juga memaafkan dirinya sendiri atas kegagalannya sebagai seorang laki-laki. Dan itulah yang membuat karakter ini begitu menarik.”

Sponsored Links

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>