• Home
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Privacy Policy
  • Twitter
  • Facebook
  • RSS

CHIC:ID

Nikmati Siklus Hidupmu

  • Wisata
  • Tradisi dan Budaya
  • Agenda Acara Kota Solo
  • Seni dan Pertunjukan
  • Fotografi
  • Musik
Beranda - Seni dan Pertunjukan - Teater Peron Promosi Lewat Budaya Cinta Budaya Sendiri

Teater Peron Promosi Lewat Budaya Cinta Budaya Sendiri

September 19, 2012 by Wawan Surajah 1 Comment

Malam tadi (18/09/2012) adalah sebuah malam promosi bagi para mahasiswa pekerja teater FKIP UNS yang tergabung dalam Teater Peron kepada adik-adik tingkat mereka para mahasiswa baru FKIP UNS. Sebuah pentas mereka gelar malam tadi dengan tema pentas promosi yang memang dimaksudkan untuk promosi pada mahasiswa baru di fakultas mereka. Selain itu, pementasan semalam juga dimaksudkan untuk memperkenalkan kelompok teater ini pada mahasiswa baru dan juga membuka kesempatan bagi mereka yang ingin bergabung bersama.

Pentas yang digelar di Aula Gedung F FKIP UNS semalam dimulai kurang lebih pada jam 8 kurang. Pentas promosi oleh Teater Peron tampak disambut baik oleh para mahasiswa baru. Hal itu terlihat dari jumlah kedatangan mereka yang memenuhi aula yang ditutupi kain backdrop berwarna hitam itu. Hanya dengan Rp 7.000 penonton dapat langsung hadir di lokasi dan menyaksikan pentas yang berakhir kurang lebih pukul 21.30.

Adalah naskah berjudul “Nonik Dari New York” yang disutradarai oleh Faisal Muhammad Nur Salim yang dipentaskan dihadapan para mahasiswa baru semalam. Pentas yang dipersiapkan selama satu setengah bulan itu mengadaptasi naskah drama Filipina karya Marcelino Agana Jr dengan judul asli “The New Yorker in Tondo”. Karya yang diterjemahkan oleh Tatik Malyati WS ke dalam Bahasa Indonesia ini oleh sang sutradara memang digubah dalam pementasannya.

Naskah “Nonik Dari New York” sendiri adalah naskah cerita komedi satir yang ditulis menggunakan bahasa Inggris dan Tagalog. Setting lokasi sebenarnya dalam naskah yang ditulis pada sekitaran tahun 1950-an itu adalah ruang tamu dan dapur, namun dalam pementasan semalam lokasi diubah menjadi teras dan ruang tamu. Selain itu lokasi Tondo dalam naskah asli juga digubah menjadi Cikampret. Selain setting lokasi, adapula adaptasi pada bahasa yang tentu sangat mendasar dengan istiah-istilah lokal yang disesuaikan dengan budaya lokal seperti Jawa dan Jakarta.

Naskah drama ini bercerita tentang tokoh utama dalam kisah ini yang bernama Miss Fransisca yang asli Cikampret tetapi bekerja di New York sebagai seorang babysitter. Dia yang beberapa bulan tinggal dan bekerja di sana kemudian jatuh cinta dengan segala hal yang berbau New York. Karena itu dia meniru gaya hidup New Yorker (sebutan bagi orang New York) yang dianggapnya lebih maju dan mengubah namanya menjadi Miss Fransisca. Hal yang tak beda juga berlaku bagi ibu dan pembantu rumah tangga Miss Fransisca yaitu Miss Lilis dan Miss Mumun yang juga ikut-ikutan tampil bak para New Yorker.

Kepulangan Miss Fransisca dari Amerika disambut oleh teman-teman masa kecilnya yaitu Kasimun, Engkos, dan Fatimah. Ketiga teman Miss Fransisca sangat terkejut dengan perubahan yang terjadi pada keluarga Miss Fransisca. Kasimun sendiri adalah tunangan dari Miss Fransisca. Tetapi saat Miss Fransisca berada di New York dirinya menjalin hubungan dengan Fatimah tanpa sepengetahuan Miss Fransisca dan juga menjalin pertunangan dengannya. Dan saat Miss Fransisca pulang, Kasimun justru lebih memilih Miss Fransisca daripada Fatimah. Tetapi perubahan ternyata membuat jarak yang sangat lebar antara Kasimun dan Miss Fransisca. Kasimun merasa sangat dongkol dan marah dengan apa yang ditemui dari tunangannya sekarang. Sedang Miss Fransisca merasa bahwa dirinya terlalu bagus bagi Kasimun karena dirinya begitu berkelas dan karena itu pula dia kemudian memutuskan hubungan pertunangan mereka.

Adegan yang juga menjadi klimaks dari kisah “Nonik Dari New York” ini tak hanya menyuguhkan kisah putusnya pertunangan mereka berdua. Hal yang tidak diperkirakan oleh Miss Fransisca adalah setelah dia memutuskan Kasimun bukannya Kasimun patah hati tetapi justru membuka kedoknya yang juga telah bertunangan dengan Fatimah. Seketika saja Miss Fransisca yang tadinya congkak menjadi marah dan justru menantang Fatimah berkelahi karena merasa dia sudah merebut tunangannya. Miss Fransisca yang tadinya dikejar-kejar oleh Kasimun justru sekarang mengejar-ngejar cinta Kasimun dan pendirian Miss Fransisca tentang gaya hidup yang sangat kuat pada awal pertunjukan pun akhirnya jatuh karena cinta. Menutup kisah dalam pementasan semalam adalah kehadiran tokoh Tatang yang membuka jati diri asli Miss Fransisca di New York dan juga munculnya Ayip, orang gila, yang merasa memiliki penampilan sama dengan keluarga Miss Fransisca.

Kisah “Nonik Dari New York” adalah sebuah cerita menarik karena naskah cerita ini bermuatan dengan banyak rasa, seperti perasaan gembira, asmara, dongkol, marah, sedih, juga kenangan akan masa lalu yang membalut kisah komedi satir. Cerita romantis realis ini diangkat dalam pementasan dengan setting realis oleh sang sutradara meskipun ada beberapa adegan yang cukup menghilangkan aroma realisnya seperti adegan membuka dan menutup pintu dari ruang tamu menuju teras dengan cara yang berbeda-beda.

Bagaimana pun orang merubah atau meninggikan gaya hidupnya, dia tidak dapat memungkiri kenyataan tentang siapa dirinya yang sebenarnya, karena tidak ada tempat senyaman rumah kita sendiri dengan budaya kita dan diri kita yang apa adanya. Mungkin inilah pesan moral yang dapat ditangkap dari pentas promosi Teater Peron semalam. Hal ini juga selaras dengan sindiran yang diarahkan oleh penulis pada warga Filipina yang sesaat lebih memilih lingkungan yang lebih mewah daripada lingkungan asli yang dimiliki mereka di Filipina. Dan pesan untuk lebih menyayangi budaya sendiri inilah yang coba dipromosikan oleh Teater Peron pada para mahasiswa baru FKIP UNS semalam.

“Siapa bilang kita orang kota, kita memang dari dusun, bapak kita dari dusun ibu kita dari dusun, kita tak perlu sembunyi dan bohong…”

Filed Under: Seni dan Pertunjukan Tagged With: Gedung F FKIP UNS, Marcelino Agana Jr, New Yorker in Tondo, Nonik dari New York, Pertunjukan Teater, Teater Peron

About Wawan Surajah

Memulai dari berita yang kecil, yang bisa menggelitik ketertarikan orang.

Trackbacks

  1. Agenda Acara Kota Solo Bulan September 2012 - CHIC:ID says:
    September 28, 2012 at 00:03

    […] Baca liputan lengkapnya di sini. […]

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Produk Terbaik

New Arrival

Kategori

  • Agenda Kota Solo
  • Fashion
  • Film
  • Fotografi
  • Komunikasi
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Model Rumah
  • Musik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Seni dan Pertunjukan
  • Teknologi
  • Tradisi dan Budaya
  • Uncategorized
  • Wisata
  • Wisata Boyolali
  • Wisata Karanganyar
  • Wisata Klaten
  • Wisata Solo
  • Wisata Sragen
  • Wisata Sukoharjo
  • Wisata Wonogiri

Komunitas Chic:ID

Copyright © 2017 · Magazine Pro Theme on Genesis Framework · WordPress · Log in