Puri Taman Saraswati menjadi destinasi wisata kedua di kompleks wisata Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, setelah Candi Cetho dan Candi Kethek. Tidak berbeda dengan dua destinasi itu pula, Puri Saraswati tidak hanya dijadikan objek wisata budaya tetapi juga digunakan sebagai tempat bersembahyang umat beragama Hindu.
Saraswati adalah nama seorang dewi dalam mitologi Hindu yang menjadi pasangan dari Dewa Brahma. Dewi Saraswati adalah dewi ilmu pengetahuan dan seni. Dengan bantuan dari ilmu pengetahuan yang dimilikinya Dewa Brahma berhasil menciptakan alam semesta. Dewi Saraswati digambarkan sebagai dewi cantik yang memiliki empat lengan.
Empat lengan yang dimiliki Dewi Saraswati melambangkan empat aspek berbeda yaitu pikiran, intelektual, mawas diri, dan ego. Pada keempat lengan itu pula digambarkan Dewi yang juga dipercaya sebagai salah satu Dewi Sungai ini memegang empat benda yang berupa Wina atau kecapi, Damaru atau kendang kecil, Lontar atau buku, dan Genitri (menyerupai tasbih atau rosario).
Sosok Dewi ini juga selalu digambarkan berdiri di atas bunga teratai dengan mengenakan pakaian rapi nan indah dengan dominasi warna putih sebagai simbol kesehajaan. Gambaran angsa juga biasa terdapat di samping Dewi Saraswati karena angsa dipercaya sebagai kendaraan sucinya (wahana). Selain angsa, terdapat juga burung merak yang muncul dalam setiap penggambaran sosok Dewi ini.
Seluruh penggambaran di atas muncul secara nyata di taman sejuk dan indah yang terletak di lereng Gunung Lawu pada ketinggian 1400 meter dpl dalam bentuk patung. Patung Dewi Saraswati tampak berdiri indah di atas teratai tepat di tengah-tengah taman yang berada persis di atas kompleks Candi Cetho.
Patung Dewi Saraswati ini secara langsung didatangkan dari Gianyar Bali sebagai bentuk kerjasama antar daerah karena masyarakat di kedua daerah memiliki kesamaan spiritual dan keagamaan. Secara resmi patung Dewi Saraswati yang menjadi bagian dari Puri Taman Saraswati diresmikan pada 28 Mei 2004 oleh Bupati Karanganyar, Hj. Rina Iriani S. Pd. M. Hum dan Bupati Gianyar Bali, A. A. Gede Agung Bharata.
Puri Taman Saraswati memiliki tiga bagian penting yaitu patung Dewi Saraswati, altar pemujaan, dan Sendang Pundi Sari. Altar pemujaan terdapat di antara patung dan sendang dimana di dalam altar terdapat patung Dewi Saraswati. Sementara Sendang Pundi Sari berada di bagian paling pojok di bawah pohon rindang. Sendang Pundi Sari berbentuk kotak dipenuhi air jernih dengan sebongkah batu simbol kewanitaan berada di dasar kolam.
Puri Taman Saraswati berada pada kompleks desa wisata yang sama dengan Candi Cetho dan bahkan lokasinya saling bersebelahan. Karena itu, menuju Puri Taman Saraswati berarti pula mengunjungi Candi Cetho dan Candi Kethek. Jalan setapak menuju puri berada di sebelah kiri kompleks Candi Cetho. Jalan setapak akan mudah dikenali oleh wisatawan karena sudah diperbaiki.
Untuk dapat memasuki kawasan ini anda diharuskan kembali membayar tiket masuk seharga Rp 1.000. Dan tentunya wisatawan dihimbau untuk tetap menjaga perilaku selama berada di lokasi wisata budaya ini karena puri ini tidak hanya dijadikan sebagai lokasi wisata saja tetapi juga tempat beribadah bagi penganut agama Hindu.
Kembali lagi satu destinasi wisata di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Mari berwisata!






[...] bersejarah Candi Sukuh yang terletak tidak jauh dari kebun teh dan Candi Cetho, Candi Kehtek, serta Puri Taman Saraswati yang berada di Kecamatan Jenawi yang bersebelahan dengan [...]