Malam tadi (18/03/13) Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta (TBS) kehadiran tamu dari Jogja yang mementaskan pertunjukan teater berjudul “Sandal Jepit”. Adalah kelompok pekerja seni Persaudaraan Teater Bening dari STEI Yogyakarta tampil dalam pementasan yang digelar di Teater Arena TBS malam tadi.
Pertunjukan teater dalam rangka tur tiga kota ini membawakan naskah drama Sandal Jepit karya Herlina Syarifudin dengan sutradara Dian Novita Chairani. Pentas yang berlangsung saat hujan malam tadi menyuguhkan pendekatan yang berbeda dalam membangun sebuah rasa dalam pertunjukan drama.
Kelompok Persaudaraan Teater Bening dalam pertunjukan teater Sandal Jepit menyajikan tontonan yang sedikit keluar dari jalur konventional. Untuk membangun rasa dalam drama yang mereka bawakan mereka menggunakan tujuh pemain yang berperan sebagai meja atau kursi. Kemudian secara bersamaan mereka berubah menjadi bukit atau pohon. Dan bahkan pada adegan yang berbeda mereka menjadi anjing, monyet, hingga kucing yang dapat berbicara.
Naskah “Sandal Jepit” karya Herlina Syarifudin menyuguhkan kisah cinta antara dua tokoh yaitu Joko dan Peggy yang menjadi representasi kehidupan sederhana dan borjuis. Derajat mereka disimbolkan dengan penggunakan sandal jepit dan sepatu berhak tinggi.
Dalam adegan-adegan yang disisipi pesan nasionalisme, pertunjukan teater Sandal Jepit membawa penonton untuk terlibat dalam permasalahan manusia yang sangat umum yaitu perbedaan. Meskipun terdapat rasa saling cinta dan sayang terhadap satu sama lain namun cara pandang mereka terhadap perbedaan menjadi tembok pemisah yang cukup sulit untuk dihilangkan.
Dunia manusia seperti sudah terlanjur dibangun dengan materialisme. Manusia hanya memandang lainnya dari apa yang mereka kenakan atau apa yang mereka punyai. Hingga pada satu titik waktu dalam adegan mereka para “benda” ikut berbicara soal cinta dan nilai-nilai di luar materi. Pembicaraan mereka bahkan terjadi sebelum manusia yang “memiliki” mereka benar-benar bisa bicara tentang dunia dengan apa adanya.
Happy ending menjadi akhir cerita dalam pertunjukan teater Sandal Jepit ini dimana Joko dan Peggy tidak mau kalah dengan Kucing yang berbicara tentang cinta atau juga meja dan kursi. Pada akhirnya mereka sadar dengan cara pandang mereka yang keliru dan mau mengakui kekurangan mereka masing-masing.
Sandal jepit tetap saja tidak senyaman sepatu dan sepatu tetap saja terbatas dalam penggunaannya tidak seleluasa saat mengenakan sandal jepit.
Setelah menggelar pertunjukan teater Sandal Jepit di Solo, Persaudaraan Teater Bening masih akan menggelar pertunjukan di Jogja pada 21 Maret 2013 mendatang. Sedangkan sebelum pentas di Kota Solo, pada 14 Maret 2013 yang lalu kelompok teater ini sudah menggelar pertunjukan di Purwokerto.




Manteeep..
ngmg2, ada foto2 pentas bening selain 4 di postingannya di atas ga gan?
post lg dong.
ada bung, cek di fanpage facebook kita aja yah. mau aku posting di sana 🙂
nice liputannya bro…, salam sukses..
salam budaya…..
sukses untuk proses produksinya temen2 teater bening…….
tetap berkarya ……
hello .thanks
Apakah bisa berbagi video teater untuk pembelajaran sastra di sekolah kami? tk
maksud pertanyaan atut untuk admin atau teater bening?