Pentas Wayang Golek Pesisiran “Robin Hood” Jamaludin

Pentas Wayang Golek Pesisiran Lakon Begal Jamaludin

Malam tadi (22/05/2013) Balai Soedjatmoko kembali menampilkan suguhan berbeda ke hadapan para pecinta seni pewayangan kota Solo. Setelah terakhir mempersembahkan pentas Wayang Climen dan juga wayang beber. Kali ini giliran wayang golek yang hadir di Balai Soedjatmoko. Bukan wayang golek dari Sunda, tapi pentas kali ini adalah wayang golek pesisiran pantai utara dengan dalang Sri Waluyo.

Disaksikan puluhan pengunjung, dalang wayang golek Sri Waluyo mementaskan lakon wayang Begal Jamaludin. Selain berbeda karena sangat jarang bisa mendapati pergelaran wayang golek, pentas wayang golek pesisiran juga terdengar berbeda karena menggunakan bahasa pengantar yang khas logat Tegal yang ngapak.

Lakon Begal Jamaludin yang dibawakan oleh dalang muda Sri Waluyo mengisahkan tentang Jamaludin yang sakit hati. Niat Jamaludin untuk melamar kekasihnya, Sutijah sang putri raja, ditolak karena Jamaludin datang dari keluarga miskin. Nasib malang semakin bertambah ketika para penguasa yang sudah menyakiti hatinya juga merusak dan menindas desanya.

Dari rasa sakit hati, kemudian Jamaludin memilih jalan melawan para penguasa dengan menjadi begal atau perampok. Ibarat Robin Hood, hasil rampokan Jamaludin dibagikan pada mereka yang membutuhkan. Singkat cerita, petualangan “Robin Hood” Jamaludin ingin dibasmi oleh para penguasa. Sandiwara untuk membasmi Jamaludin tidak berhasil. Hingga akhirnya sebuah perangkap dipilih dan Jamaludin berhasil dibunuh dan mati di pangkuan kekasih hatinya Sutijah.

Suguhan yang berbeda berupa pentas wayang golek pesisiran menjadi daya tarik tersendiri. Tidak hanya disaksikan oleh beberapa seniman kota Solo, banyak warga juga menyaksikan pentas wayang yang juga banyak menampilkan adegan dan dialog guyonan segar.

“Lucu guyonannya. Dan juga baru kali ini melihat wayang golek,” tutur seorang pengunjung perempuan yang tadinya berniat mengunjungi toko buku Gramedia. Senada dengan pengunjung tadi adalah Desi yang juga menghentikan langkah untuk melihat aksi Sri Waluyo, “Biasanya cuma lihat di tivi, ternyata unik yah.”

Sponsored Links

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>