Keraton Art Festival kembali digelar di bangsal Siti Hinggil Keraton Kasunanan Surakarta pada Rabu dan Kamis, 12 dan 13 Juni 2013. Pergelaran tahunan festival seni dan budaya Keraton Surakarta ini kembali digelar dengan konsep sederhana namun mendekatkan Keraton dengan masyarakat umum yang hadir.
Kesederhanaan penyelenggaraan Keraton Art Festival 2013 dapat terlihat dari konsep panggung yang “simpel”. Tata lampu panggung layaknya pertunjukan pada umumnya juga tampak tidak terlihat dipergunakan dalam festival yang mempertontonkan tarian koleksi Keraton Surakarta yang dibawakan oleh sanggar seni Keraton Surakarta itu.
Penonton yang hadir juga tidak berjubel. Memenuhi tempat duduk yang disediakan namun tetap rapi dan nyaman menyaksikan pertunjukan yang dimulai dari jam 8 malam lebih.
Meskipun sederhana, namun terdapat hal yang sangat menarik dalam penyelenggaraan Keraton Art Festival 2013 semalam. Hal itu tampak dari bagaimana penyelenggara ingin merangkul penonton yang hadir layaknya tamu.
Ratusan penonton yang hadir di bangsal Siti Hinggil tidak hanya disuguhi tari-tarian seperti tari Kirono Ratih, tari Wireng Tohjoyo Bugis, tari klasik Bondan Kendhi atau fragmen Kusumo Yudo saja. Layaknya tamu kerajaan, ratusan penonton yang hadir juga diajak untuk menikmati “jamuan makam malam” yang sudah disiapkan oleh penyelenggara di ruang sisi timur bangsal.
Sontak saja ratusan penonton yang hadir memindahkan perhatian mereka ke ruangan itu dimana berbagai hidangan tradisional telah disiapkan. Meskipun berebut, namun semua penonton mendapatkan apa yang mereka inginkan. Dari wedang asle, cabuk rambak, nasi liwet, jenang lemu, ketan, dan yang lainnya menjadi penghangat suasana pertunjukan semalam.
Reaksi dan respon positif pun banyak diberikan oleh penonton terhadap penyelenggaraan Keraton Art Festival 2013. Salah satu yang sangat antusias adalah Guntur, mahasiswa UNS, yang hadir bersama rekannya. “Baru pertama kali ini saya datang menonton. Ternyata bukan hanya ada tarian saja yah,” ujarnya sambil tertawa dan menambahkan, “Semoga tahun depan festival ini kembali digelar dengan cara yang sama.”


