OK IBLIS Dan OK Gita Nada Hangatkan Lesehan Keroncong Asli

Lesehan Keroncong Asli Taman Budaya Jawa Tengah

Dua orkes keroncong (OK) masing-masing datang dari Pati dan Surakarta menjadi pengisi kegiatan rutin pembinaan musik tradisional keroncong, Lesehan Keroncong Asli, edisi Maret di Pendopo Agung Taman Budaya Jawa Tengah malam tadi (19/03/13).

OK Gita Nada dari Pati dan OK Indonesia Bersama Leluhur Indonesia Sejahtera (IBLIS) dari Solo menghadirkan lagu-lagu yang menghangat malam dingin para penggemar musik keroncong Kota Solo.

Secara bergantian, dua orkes keroncong pimpinan Putut Saul Wiryono, S.Pd. dan Dwijaya Saifil Munir itu menghadirkan lagu-lagu seperti “Narimo”, “Sebelum Aku Mati”, dan beberapa judul lainnya. Suara khas musik keroncong yang berasal dari ukulele cuk dan cak, gitar, biola, flute, cello, dan kontrabas berpadu dengan vokal para penyanyi yang membahana selalu ditunggu para penggemarnya.

Puluhan pengunjung duduk lesehan beralaskan karpet merah tampak terpaku tiap musik dimainkan. Sesekali mereka juga diajak tertawa dengan tingkah beberapa penyaji yang cukup “nyleneh” dengan memadukan gerak tarian dalam penampilannya seperti yang diperagakan oleh penyaji dari OK IBLIS malam tadi.

Pergelaran Lesehan Keroncong Asli Pedopo Agung TBS

Meskipun Kota Solo sempat diguyur hujan dari sore hari hingga berlangsungnya pertunjukan musik rutin malam tadi, Lesehan Keroncong Asli yang digelar rutin tiap Selasa malam minggu ke tiga itu tetap saja mendapatkan perhatian istimewa dari puluhan penggemarnya.

Satu di antara puluhan pengunjung yang hadir tadi adalah Nardi yang datang bersama istrinya. Menikmati musik keroncong dalam Lesehan Keroncong Asli di Pendopo Agung seperti malam tadi sudah menjadi hiburan rutin bagi dirinya dan juga istri. “Dingin-dingin gerimis juga gak apa, disinikan malah hangat dan ramai,” tutur pria paruh baya itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *