Meriah dan Semrawutnya Festival Dolanan Bocah 3

Jum’at, 18 Mei 2012, menjadi malam pertama pelaksanaan Festival Dolanan Bocah 3 yang digelar di area Plaza Sriwedari. Acara yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Surakarta ini sejatinya akan dibuka oleh Walikota Surakarta, Joko Widodo. Karena sedang tidak berada di tempat, maka Sekda Surakarta, Budi Suharto, selaku perwakilan didaulat untuk membuka Festival Dolanan Bocah 3 2012. Sebelum secara resmi membuka Festival Dolanan Bocah 3 2012, dalam pidato pembukaan Budi Suharto menerangkan bahwa pemerintah kota Surakarta adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas sarana dan prasana yang harus disediakan terutama bagi anak-anak di kawasan Solo dan Festival Dolanan Bocah adalah salah satu contoh wadah yang tepat bagi anak-anak untuk berkegiatan. Festival Dolanan Bocah sendiri adalah event tahunan yang rutin digelar dengan melalui pendanaan dari APBD kota Surakarta.

Dalam acara yang mempertunjukan dolanan-dolanan atau permainan-permainan bocah Jawa itu, banyak dari mereka yang hadir adalah perwakilan dari sanggar kesenian di kota Surakarta dan juga para pengajar kesenian serta ratusan masyarakat. Acara yang dimulai kurang lebih pukul 20.00 itu menampilkan 4 kelompok kesenian, antara lain dari SD Cemara 2, Sanggar Seni Suryo Sumirat, SD Kratonan, dan Meta Budaya. Deretan kursi tamu undangan juga penonton sebelumnya memang sudah ditata rapi di depan panggung. Beberapa kursi tambahan juga kembali ditata saat penonton mulai bertambah dan memadati area Plaza Sriwedari, bahkan terlihat ada juga penonton yang sengaja membawa tikar sendiri. Kebanyakan penonton yang hadir membawa serta anak-anak mereka atau mereka para orang tua yang ingin bernostalgia. Seperti ibu Darmi yang hadir untuk menyaksikan cucunya yang tampil sebagai salah satu penampil Festival Dolanan Bocah 3 dari SD Kratonan. “Senang sekali melihat bocah dolanan seperti ini timbang melihat konser dangdut,” ujarnya. Selain melihat cucunya yang beraksi di atas panggung dirinya juga senang karena festival ini dapat mengingatkan dirinya pada masa-masa kecilnya. Antusias itu tak hanya terlihat dari sosok ibu Darmi, beberapa anak-anak yang menyaksikan pertunjukan itu bahkan ada yang mengikuti gaya para penampil yang menari dan menyanyi tepat di depan panggung dan di hadapan para tamu undangan.

Masih soal antusiasme, antusias besar juga tampak dari para fotografer yang hadir. Sebelum sempat diingatkan oleh panitia acara, mereka sempat berdiri dan berjubel di depan panggung untuk mengabadikan acara Festival Dolanan Bocah 3. Mungkin karena jengkel, seorang ibu meminta pada panitia untuk mengingatkan mereka. Bahkan tak segan, ibu tadi mendatangi beberapa fotografer dan meneriaki mereka untuk jongkok sehingga tidak menutupi mereka yang duduk di belakang. Tak juga dihiraukan dia bahkan berteriak-teriak dari tempat duduknya, sebelum akhirnya pergi meninggalkan tempat duduknya karena kesal. Selain perilaku tadi, penerangan yang kurang di area Plaza Sriwedari juga dikeluhkan oleh beberapa penonton yang membawa serta anak-anak mereka yang masih kecil. Dan hal yang paling mencolok terlihat adalah para penampil Festival Dolanan Bocah 3 2012 yang menunggu giliran untuk unjuk kebolehan. Sebelum mereka tampil tampak mereka juga harus berdesak-desakan bersama penonton di kanan dan kiri panggung beserta orang tua mereka yang menunggui. Di antara kemeriahan dan kesemrawutan acara itu, hal paling aneh terjadi. Adalah asap pembakaran sampah yang berasal dari dalam komplek Taman Sriwedari yang tepat berada di belakang area penonton.

Dalam kemeriahan dan kesemrawutan hari pertama pelaksanaan Festival Dolanan Bocah 3 2012 sebuah harapan tentang masa depan seni dan budaya digantungkan pada sanggar-sanggar kesenian di kawasan Solo. Bagaimana pun juga, dari merekalah dan juga di tangan merekalah nasib perkembangan kesenian kota Solo bergantung. Mendengar luapan tawa penonton saat adegan-adegan permainan dilakukan oleh anak-anak di atas panggung atau melihat mereka yang ikut menari dan bernyanyi riang seperti teman-temannya adalah pertanda bahwa Festival Dolanan Bocah yang menampilkan permainan-permainan yang memang sekarang jarang ditemui memang dinanti juga dinikmati oleh para penonton. Dagelan yang coba dibawakan oleh mereka anak-anak sanggar dengan dandanan dan beberapa kostum lucu, dialog sembari menari, melakukan permainan-permainan khas Jawa seperti tebak-tebakan, ulo-ulonan, atau menyanyi, juga keluguan anak-anak dalam menunjukan kebolehan menjadi hiburan tersendiri yang mungkin hanya dapat disaksikan dalam festival dolanan seperti ini.

Pada hari ke-dua pelaksanaan Festival Dolanan Bocah 3 ini telah dijadwalkan 5 sanggar akan tampil menghibur penonton melalui dolanan-dolanan bocah yang berbeda. Acara akan berlangsung pada jam dan lokasi yang sama pada malam Minggu ini, kecuali pada hari terakhir nanti. Pada hari terakhir, Festival Dolanan Bocah 3 2012 akan berlangsung pada pagi hari bersamaan dengan acara rutin Car Free Day dengan menampilkan 5 sanggar kesenian terakhir. Mengingat antusiasme mereka yang berkunjung dihari pertama, hendaknya hal-hal seperti yang terjadi malam tadi dapat lebih diperhatikan. Hari ke-dua pelaksanaan yang jatuh pada malam Minggu dan hari terakhir akan berlangsung bersamaan dengan Car Free Day, dapat dipastikan jumlah penonton yang akan hadir pasti akan lebih banyak daripada jumlah penonton malam tadi.

Sponsored Links

Trackbacks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>