• Home
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Privacy Policy
  • Twitter
  • Facebook
  • RSS

CHIC:ID

Nikmati Siklus Hidupmu

  • Wisata
  • Tradisi dan Budaya
  • Agenda Acara Kota Solo
  • Seni dan Pertunjukan
  • Fotografi
  • Musik
Beranda - Seni dan Pertunjukan - Mengenal Lengger Lewat Pentas Sulasih Sulandana Teater Perisai UMP

Mengenal Lengger Lewat Pentas Sulasih Sulandana Teater Perisai UMP

June 30, 2013 by Wawan Surajah Leave a Comment

Pentas Teater Perisai UMP Sulasih Sulandana di Surakarta

“Menjadi lengger ada syarat dan ritualnya. Harus ada syarat khusus dan ritual khusus,” begitulah kurang lebih Nyi Rantamsari mengajarkan kepada dua muridnya, Setyaningsih dan Sulasih. Sulasih dan Setyaningsih adalah dua dari beberapa murid Nyi Rantamsari yang sudah mematangkan niat dan sebentar lagi menjadi penari lengger.

Potongan dialog dan adegan di atas adalah bagian dari pementasan naskah teater berjudul Sulasih Sulandana oleh Teater Perisai Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Mereka menggelar pentas keliling di beberapa kota termasuk Cirebon, Yogya, Banjarnegara, dan Wonosobo. Dan pada Kamis malam, 27 Juni 2013, mereka menggelar pentas di Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta.

Naskah Sulasih Sulandana yang dipentaskan oleh Teater Perisai UMP adalah naskah karya Widiyono dengan sutradara Edi Romadhon. Hal menarik yang terlihat dari naskah ini justru bukan kisah Sulasih Sulandana yang merupakan legenda di daerah pesisir utara Jawa. Dalam pementasan yang berdurasi kurang lebih satu jam itu penonton dapat menyimak apa saja syarat yang dibutuhkan seseorang untuk menjadi penari lengger.

Sisi cerita tentang persyaratan seorang penari menjadi lengger itu menarik untuk dicermati jika penonton mengingat dan membandingkan naskah drama Widiyono ini dengan fakta berbeda yang diangkat dalam film “Sang Penari” besutan sutradara Ifa Isfansyah.

Film “Sang Penari” mengisahkan perjuangan wanita bernama Srinthil untuk menjadi seorang penari ronggeng. Dan salah satu syarat yang harus dijalani Srinthil adalah melelang keperawanannya. Syarat menjadi lengger yang terdapat dalam film terbaik FFI 2011 itu justru berbanding terbalik dengan syarat dalam naskah Sulasih Sulandana.

Dalam pertunjukan Teater Perisai UMP, syarat yang diajukan oleh Nyi Rantamsari kepada kedua muridnya adalah untuk selalu membentengi diri. Sulasih dan Setyaningsih diminta untuk menjaga diri dari nafsu birahi terutama dari kaum pria yang memuja mereka sebagai penari lengger. Mereka juga diharuskan untuk mandi kembang agar hati mereka bersih selalu.

Sulasih dan Setyaningsih juga diminta untuk tidak kalah dengan nafsu, dengan iming-iming harta yang ditawarkan para lelaki. Mereka juga harus selalu bersih diri, memagari diri mereka dengan tata karma, unggah ungguh, dan selalu menjaga kesucian mereka termasuk keperawanannya. Karena niat sejati seorang lengger adalah untuk menari.

Dalam pentasnya Teater Perisai UMP juga membuat adegan pembanding ketika salah seorang murid Nyi Rantamsari, Setyaninggsih, melanggar syarat yang diajukan. Tak kuat dengan gelimang uang dan perhiasan dia melayani nafsu lelaki yang menggodanya. Karenanya, hal buruk dan memalukan pun jatuh pada Setyaningsih yang harus dikeluarkan dari padepokan Nyi Rantamsari dan mengejar-ngejar buaya darat yang sudah mmanfaatkannya.

Filed Under: Seni dan Pertunjukan Tagged With: cerita rakyat, pentas drama, pertunjukan drama

About Wawan Surajah

Memulai dari berita yang kecil, yang bisa menggelitik ketertarikan orang.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Produk Terbaik

New Arrival

Kategori

  • Agenda Kota Solo
  • Fashion
  • Film
  • Fotografi
  • Komunikasi
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Model Rumah
  • Musik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Seni dan Pertunjukan
  • Teknologi
  • Tradisi dan Budaya
  • Uncategorized
  • Wisata
  • Wisata Boyolali
  • Wisata Karanganyar
  • Wisata Klaten
  • Wisata Solo
  • Wisata Sragen
  • Wisata Sukoharjo
  • Wisata Wonogiri

Komunitas Chic:ID

Copyright © 2017 · Magazine Pro Theme on Genesis Framework · WordPress · Log in