Setelah bertahun-tahun menghilang dari keramaian pesta seni dan budaya Kota Solo, hiburan rakyat yang bertempat di Bonrojo Sriwedari atau Taman Sriwedari akhirnya kembali dibuka kemarin (02/08/12). Acara pembukaan yang digelar di Plaza Sriwedari itu berlangsung sebelum waktu berbuka puasa dan dihadiri oleh puluhan masyarakat Kota Solo.
Acara Maleman Sriwedari yang kembali digelar tahun ini memperingati kelahirannya untuk yang ke-85. Acara pembukaan kemarin dihadiri oleh ketua panitia BRMH Kusumo Putro dan Ekbangkesra Surakarta Eni Tyasni Suzana, mewakili Walikota Surakarta, Joko Widodo. Berbagai jenis pertunjukan disuguhkan dalam acara pembukaan Maleman Sriwedari yang digelar untuk menyambut malam Lailatul Qadar. Selain itu acara maleman ini juga akan berlangsung bersamaan dengan acara budaya Nemlikuran (malam ke-21 bulan puasa), yang dihelat dari Keraton Kasunanan Surakarta hingga Taman Sriwedari.
Keramaian Maleman Sriwedari kali ini tidak hanya berpusat di Plaza Sriwedari. Acara ini akan lebih ramai lagi di dalam kompleks Taman Sriwedari dimana berbagai jenis hiburan telah disiapkan oleh panitia acara. Pasar malam lengkap, pasar murah, dan kuliner yang terbagi dalam tiga sudut seperti Plaza Sriwedari, Joglo Sriwedari, dan Segaran Sriwedari siap menghibur masyarakat Kota Solo yang rindu dengan hiburan tua yang sudah berlangsung sejak era Paku Buwono X itu.
Hanya dengan harus membayar tiket parkir dan juga tiket masuk seharga Rp 2.000 pengunjung dapat memasuki kawasan Taman Sriwedari. Acara maleman ini sendiri direncanakan akan digelar hingga waktu seusai lebaran dan berakhir pada 1 September 2012 nanti. Jadi, jika anda warga Solo Raya yang ingin bernostalgia lagi murah meriah, datang saja ke acara ini tiap malamnya. Selain pasar malamnya, berbagai kesenian dari sanggar kesenian di Kota Surakarta siap menghibur anda seperti Sanggar Pincuk yang semalam menghibur pengunjung dengan musik dan tarian kontemporernya.


[...] Masih berhubungan dengan tradisi ini, Pemerintah Kota Surakarta pada tahun 2012 juga menggelar sebuah kirab yang kurang lebih sama untuk memperingati malam yang sama dengan nama Festival Lampu Ting dan dengan rute Balaikota menuju Taman Sriwedari. Hanya saja kirab ini dilangsungkan lebih awal yaitu dari jam 7 malam dan juga digelar bersamaan dengan acara Maleman Sriwedari. [...]