Sensasi yang dibubuhkan orang ini benar-benar nyata, selama menjabat menjadi walikota Solo untuk yang pertama kalinya pada kisaran waktu 2005-2010 semua orang dibuatnya terpana dengan keberhasilan merelokasi ratusan pedagang kaki lima kota Solo tanpa menggunakan kekerasan. Seperti yang kita ketahui terlalu sering jika urusan relokasi selalu berujung dengan kerusuhan. Selain itu dia juga berhasil membubuhkan nama Solo sebagai kota wisata karnaval batik dengan branding “Solo: The Spirit of Java” dan juga mengajukan kota yang dipimpinnya tersebut sebagai bagian dari Organinisasi Kota-Kota Warisan Dunia pada tahun 2006. Pada tahun berikutnya dia berhasil menjadikan kota Solo sebagai tuan rumah Festival Musik Etnik Internasional di benteng Vasternburg. Pria kelahiran 21 Juni 1961 ini kembali membuat kejutan dengan terpilih menjadi salah satu dari 10 Tokoh 2008 oleh Majalah Tempo dan kemudian terpilih menjadi walikota terbaik di tahun berikutnya oleh Majalah Venue.
Keberhasilan Jokowi pada masa jabatan pertama membawanya pada kemenangan telak saat pemilukada tahun 2010. Dia, masih bersama dengan wakil walikotanya, FX Hadi Rudyatmo, memenangi pemilukada kota Surakarta dengan mengungguli pesaingnya dengan 89% suara sah memilihnya. Pada tahun ini pula bersama dengan walikota Jogjakarta Herry Zudianto, Jokowi dianugrahi penghargaan Bung Hatta Award karena dinilai berhasil memimpin dan membangun kota Solo. Penghargaan tak hanya datang dari luar kota Solo, karena pada tahun berikutnya Jokowi mendapatkan penghargaan Universitas Sebelas Maret Award 2011 untuk kategori pemimpin pemerintahan. Nama Jokowi kembali berkibar saat dia menyerukan mobil Esemka yang akan diusung sebagai mobil nasional Indonesia. Belum berlalu kabar ramai soal mobil Esemka, nama Jokowi kembali menyeruak saat dirinya diusung oleh dua partai nasional untuk mencalonkan diri sebagai walikota Jakarta bersama Ahok.
Walikota satu ini juga menjadi buruan jurnalis musik karena kecintaannya pada musik ber-genre keras seperti Lamb of God, Linkin Park, Led Zepelin, dan yang lain. Bahkan dibeberpa kesempatan dia menyempatkan diri menonton acara-acara musik seperti itu. Tampaknya kali ini nama Jokowi tak hanya akan dikenal oleh masyarakat kota Solo dan sekitarnya, atau Jakarta jika nanti dia menjadi yang terpilih. Sebuah kabar menggembirakan dan lagi-lagi menjadi sensasi adalah saat ini namanya masuk dalam daftar kandidat penerima penghargaan walikota terbaik di dunia tahun 2012 bersama dua nama lainnya yang berasal dari Indonesia, yaitu Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulawesi Selatan, dan juga Tri Rismaharani, Walikota Surabaya. Paling tidak terdapat 17 nama walikota dan gubernur terbaik dari kawasan Asia dan total lebih dari 70 nama dari seluruh dunia. Bukan sesuatu yang berlebihan jika kita berharap namanya akan lebih sering muncul tak hanya di dalam negeri tetapi juga luar negeri dan memenangi penghargaan-penghargaan di sana, jika memang pria pembuat sensasi ini memang layak mendapat reward atas usaha dan karyanya.



