Durasi: 39:36
Jenis: Film Pendek/Drama
Release: 2009
Sutradara: Monty Tiwa
Pemain: Poppy Sovia (Yaya), Migi Parahita (Eksanti), Rifnu Wikana (Bowo)
Gelak tawa para penonton dalam sebuah festival pemutaran film pendek pecah saat adegan-adegan lucu Eksanti yang masih ABG mengenal jenis-jenis narkoba juga karena kelakuan Eksanti saat di bawah pengaruh narkoba. Adegan-adegan lucu memang tampak sekali sengaja disisipkan dalam film Homses yang disutradarai oleh Monty Tiwa itu. Namun secara tidak sadar dalam ramainya tawa penonton sebenarnya sang sutradara mengajak penonton untuk tertawa layaknya Eksanti yang fly di bawah pengaruh narkoba, saat-saat yang harusnya tidak kita tertawai. Seperti menggunakan psikologi terbalik, Monty Tiwa mengajak para pentonton film pendeknya yang terbit sejak 2009 itu untuk belajar tentang jenis dan bahaya pengaruh narkoba lewat rasa lucu dalam tawa mereka yang jatuh dalam pengaruh obat-obatan terlarang.
Film Homses garapan Monty Tiwa ini adalah salah satu film pendek yang digarapnya hanya dalam satu hari tanpa naskah. Film pendek yang mengangkat cerita bahaya narkoba ini dibuat dengan biaya nol rupiah dan pengambilan gambar hanya berlangsung pada satu hari saja. Film berdurasi kurang lebih 40 menit ini berkisah tentang kakak beradik yang sedang menghadapi masalah keuangan. Ibu mereka dirawat di rumah sakit dan butuh biaya yang cukup besar dan harus disediakan dalam satu malam, sementara, jumlah yang dibutuhkan terhitung sangat besar untuk anak usia mereka yang masih ABG.
Mereka berdua pun memutar otak karena dengan menjual barang-barang di rumah uang yang dikumpulkan masih sangat jauh dari cukup. Sang kakak, Yaya yang diperankan oleh Poppy Sovia, memilih untuk mengadakan home session atau homses untuk menggalang dana yang dibutuhkan. Dan dana itu diperoleh dengan menjual obat-obatan terlarang dalam home session yang mereka adakan. Dan Yaya meminta adiknya, Eksanti yang diperankan oleh Migi Parahita, untuk menjual obat-obatan terlarang itu. Dan drama pun dimulai.
Yang membuat film ini menarik adalah bagaimana cerita film ini menarik penonton semakin dalam untuk mengenal dan belajar tentang bahaya narkoba melalui karakter dua anak remaja yang diperankan oleh Poppy Sovia dan Migi Parahita itu. Keluguan karakter Eksanti menjadi daya tarik yang memikat penonton untuk semakin tertawa dalam cerita yang justru semakin tragis. Hingga pada akhirnya di bagian akhir dari cerita penonton dibuat terbisu-bisu dengan klimaks yang sangat menggambarkan bahaya yang dapat timbul dari penggunaan narkoba.
Film berbiaya nol rupiah ini dapat disaksikan juga dengan nol rupiah alias secara gratis lewat YouTube melalui tiga bagian, Part 1, Part 2, dan Part 3.
Dalam diskripsi yang dituliskan pada kanal itu Monty Tiwa mengaku membuat film ini agar remaja lebih sadar lagi tentang bahaya yang timbul karena dampak pemakaian narkoba. Film pendek drama ini juga menggambarkan bagaimana sindikat narkoba sudah berubah sejak diterapkannya hukuman berat pada para pelaku dari akhir tahun 90-an. Sejak itu pula sindikat narkoba yang dahulu sering dijaring di klub-klub malam sekarang berpindah bahkan ke rumah-rumah. Gambaran lain yang diungkap Monty Tiwa melalui film ini adalah terdapat banyak orang tua kurang waspada terhadap hilangnya batasan moral yang mereka tanamkan pada anak-anaknya untuk menjauhi barang-barang terlarang itu.

Leave a Reply