Galau Dan Berseminya The Art Of Getting By

“Film yang sangat ringan dan cenderung tidak muram saat ditonton, cocok bagi mereka yang suka akan kisah-kisah manis.”

Amy Biancolli - San Francisco Chronicle ⁽¹⁾

Poster: www.foxsearchlight.com

Judul: The Art Of Getting By
Release: 28 Juli 2011
Genre: Drama – Romansa
Durasi: 83 menit
Pemain: Freddie Highmore dan Emma Roberts
Sutradara: Gavin Wiesen

Adalah film terbaru Freddie Highmore, aktor yang memerankan tokoh bocah berbakat dalam film “August Rush”, yang menyajikan kisah romansa remaja. Dalam film The Art Of Getting By ini Freddie memerankan tokoh George, seorang remaja SMA pendiam dengan kehidupan yang tak karuan tetapi sangat berbakat dalam menggambar. Romansa George dalam kisah ini adalah seorang teman wanita satu kelasnya yang sangat cantik dan berkelas bernama Sally yang diperankan oleh Emma Roberts.

George adalah seorang siswa senior di sebuah SMA. Dia terancam tidak lulus dari sekolahnya karena dia adalah seorang pribadi yang malas dan menggunakan takdir sebagai tolak ukur untuk tidak melakukan sesuatu yang dianggapnya penting. Padahal secara sosial hal-hal itu adalah kebutuhan pokok manusia seperti pendidikan. PR selama satu tahun tidak dia kerjakan sama sekali dan dia tampak tidak tertarik dengan pelajaran di kelasnya dan lebih sering menghabiskan waktunya untuk menggambar. Kemalasannya terlihat dari beberapa adegan dalam film seperti saat George juga tidak tertarik dengan mata pelajaran menggambar yang sebenarnya adalah hasrat terbesarnya atau pelajaran sastra yang sebenarnya sangat bagus dia mengerti namun tidak dia kerjakan. Semua hal itu mentah dihadapan George yang beranggapan bahwa segala hal menjadi saat ini tidak penting baginya karena suatu saat nanti dia juga akan mati dan semua itu jadi tidak bernilai.

Kemudian drama dan romansa pun dimulai saat George bertemu dengan tokoh Sally yang menambah sudut pandang George tentang kehidupan. George mengenal cinta untuk pertama kalinya dan George juga mengenal sakit hati untuk pertama kalinya setelah itu. Hal itu masih ditambah dengan masalah keluarga yang dihadapinya. “Semua hal buruk datang bersamaan,” itu kata banyak orang saat mereka tertimpa cobaan dan begitu pula yang terjadi pada George. Namun semua cobaan yang dihadapai George justru menjadi titik balik untuk kehidupan yang lebih baik lagi bagi dirinya.

Dan itulah film ini bercerita tentang, tentang seni mengatur kembali kehidupan yang terlewatkan sesudah berhadapan dengan kehidupan yang nyata dengan cinta yang nyata pula. Sebuah perubahan, tanggung jawab, pencarian jati diri, dan melakukan yang memang harus dilakukan oleh tokoh utama George juga pemeran pendukungnya Sally.

Beberapa orang yang sudah menonton film ini beranggapan bahwa kisah yang disajikan oleh sutradara Gavin Wiesen cukup mirip dengan film “500 Days Of Summer” ⁽²⁾, hanya saja film ini terlihat lebih muda karena mengangkat kisah romansa remaja SMA. Kisah yang disajikan memang memiliki alur cerita yang kurang lebih sama dengan antiklimaks yang tidak jauh berbeda. Dan hal yang kurang lebih sama juga terlihat dari soundtrack yang dipakai dalam film The Art Of Getting By ini. Banyak lagu-lagu yang dipakai sangat mengikat dalam cerita dan itu juga menjadi nilai tambah film ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *