Gambar: http://unnes.ac.id/berita/sma-7-surakarta-borong-juara-festival-drama-jawa/
Berita gembira terdengar beberapa hari yang lalu dari ketua umum Teater Dong SMA Negeri 7 Surakarta, Harris Kurniawan, mengenai keberhasilan mereka menyabet gelar juara umum festival drama Jawa di Semarang. Kelompok teater ini kembali memenangi festival drama realis berbahasa Jawa yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa (Hima) Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (FBS Unnes) untuk yang kedua kalinya berturut-turut.
Kelompok teater asal SMA Negeri 7 Surakarta ini diundang dalam perhelatan festival yang berlangsung pada 22 dan 23 Desember 2012 di FBS Unnes dengan status sebagai juara bertahan. Pada perhelatan tahun ini mereka membawakan lakon berjudul “Kanjeng Ratu” dengan sutradara Didiek Pandji. Naskah yang diangkat kali ini adalah naskah yang mengangkat tema sosial tentang perubahan nasib kalangan keluarga juragan batik yang ada di Kota Solo yang dahulunya kaya kemudian jatuh miskin. Tema naskah ini sama dengan tema besar menyoal realitas sosial seperti yang ditentukan oleh panitia penyelenggara.
Dalam keterangannya kemarin, Harris yang juga menjadi salah satu pemeran dalam festival drama Jawa itu menceritakan bagaimana persiapan mereka hingga memenangi festival ini kembali untuk yang kedua kalinya. Persiapan yang mepet memaksa mereka berlatih keras untuk penampilan kali ini. Observasi rumah bekas juragan batik mereka lakukan terlebih dahulu setelah kemudian mengumpulkan seluruh alat artistik, yang sebagian besar berupa peralatan rumah tangga, dari kelompok teater lain di Solo.
Sebanyak 30 orang berangkat dari Solo dengan menyewa sebuah bus yang berkapasitas 60 penumpang. Kebutuhan artistik yang mereka perlukan juga diangkut dalam bus yang mereka tumpangi. Separuh kursi penumpang dalam bus mereka lepas untuk membuat ruang untuk alat artistik mereka. Tak lupa, sekolah juga membantu membiayai keperluan kelompok ini untuk mengikuti festival di Semarang.
Dengan persiapan serta dukungan yang mereka peroleh mereka berhasil keluar sebagai juara umum atau penampil terbaik satu setelah juga meraih penghargaan lain dalam festival drama Jawa Unnes. Sutradara Didiek Pandji keluar sebagai sutradara terbaik, sementara aktor pendukung terbaik juga berhasil diraih Harris dengan memerankan tokoh Kamil. Selain itu, Aprilia Ciptaning yang memerankan Mirah dalam lakon yang mereka bawakan kali ini menyabet penghargaan aktris utama terbaik festival. Melengkapi penghargaan yang mereka raih, kelompok ini juga menyabet penghargaan penata musik terbaik.
Harris selaku ketua umum kelompok Teater Dong menanggapi kemenangan kali ini sebagai sebuah motivasi lebih untuk adik-adik tingkatnya. “Kita menanggapi kemenangan kemarin itu untuk kita gunakan sebagai alat motivasi untuk adik-adik tingkat kita. Dan motivasi untuk menjadi lebih baik dari kemarin,” jelasnya.
Tahun 2012 tampaknya memang menjadi tahun kejayaan kelompok teater ini setelah pada bulan Juni yang lalu mereka juga memenangi festival drama realis yang digelar oleh Teater Peron UNS. Harris sebagai ketua umum kelompok teater ini mengatakan bahwa hal yang mereka unggulkan selama ini adalah keselarasan dalam pertunjukan. Dia mengaku bahwa aktor hebat bukanlah segalanya, dengan menggabungkan seluruh unsur teater seperti artistik, musik, akting yang pas pada porsinya akan menampilkan pertunjukan yang menarik.
Dalam pernyataannya kemarin dirinya juga tak lupa mengajak teman-teman teater SMA di Solo untuk selalu berusaha terbaik jika menjadi wakil dari Kota Solo. “Ya harumkan nama Solo, tunjukan yang terbaik bahwa kita orang Solo memiliki jiwa seni dan kreativitas yang tinggi,” tuturnya.

