Inilah review film korea selatan Bandhobi:Pengen lihat film Korea Selatan dengan rasa yang berbeda dari mainstream? Coba lihat film-film independen-nya, seperti film ini: Bandhobi, buatan tahun 2009. Sesederhana persahabatan, semeriah warna kehidupan, semenarik itu juga film ini. Film independen korea ini film kelas festival, jadi klo pengen film hanya untuk sekedar hiburan (entah romance, apa komedi), jangan nonton ya, supaya tidak mengutuk film Bandhobi ini. Tapi klo pengen melihat isu-isu sosial yang dialami, baik oleh masyarakat korea, pekerja migrant [boleh dibaca:TKI] (kisah pekerja di korea) dan asimilasi keduanya di Korea Selatan, film ini layak ditonton.
Film ini bercerita tentang seorang gadis sekolahan yang bernama Min-Suh(Seo?) dan pekerja migrant asal Bangladesh bernama Karim. Suka duka pekerja migrant kita liat di sosok Karim. Isu-isu sosial yang terjadi di Korea Selatan, termasuk pandangan tentang sosok pekerja migran yang dianggap sebagai kelas rendah kita lihat dalam sosok Min-Suh.
Dari Min-Suh, gadis pemberontak, punya perilaku yang lain dari seorang remaja Korea Selatan pada umumnya [1] kita bisa melihat kesadaran seksual remaja, prostitusi remaja, kemiskinan, kemampuan financial yang berpengaruh pada jalannya pendidikan, situasi perekonomian. Dari diri Karim, kita bisa melihat tentang rasisme, perlakuan tidak adil terhadap pekerja migrant, illegal imigrasi. Rasisme, seperti halnya kondisi di Indonesia [2] , orang korea juga lebih memuja bule (white people) [3].
Perasaan senasib, bahwa mereka tersingkir dari lingkungan sosial menjadi benih persahabatan sejati yang berkembang. Sebuah persahabatan yangg terjalin tanpa sekat ras, keadaan ekonomi, dan tanpa ditumpangi kepentingan individu ditengah warna-warni kepicikan yang menyelimuti mereka.
Memaparkan masalah yang banyak, film ini memang kurang terasa gregetnya. Karena kompleksnya tema yang digarap, film ini hanya terasa sebagai satu paket yang memuat cukilan-cukilan problematika sosial. Namun, dengan penggarapan yang bagus, setiap cukilan terjalin sebagai sebuah cerita yang mengalir. Film ini layak ditonton, karena kita menjadi tahu sisi lain dari Korea Selatan. Area yang jarang diangkat oleh sineas Korea.
Film: 2009, 35mm, warna, 107 menit
Sutradara: SHIN Dong-il
Pemain:
Mahbub Alam sebagai Karim
BAEK Jin-hui sebagai Min-suh
LEE Il-hwa sebagai Eun-ju
PARK Hyuk-kwon sebagai Ki-hong
Catatan kaki:
[1]. Lihat komentar pacar Ibu Min-Suh di menit 57:44
[2]. Di majalah Sekar entah edisi berapa, penulis lupa :D, terdapat artikel tentang wanita indonesia yang maniak bule.Bila ketemu edisinya, akan penulis update
[3]. Lihat diskusi rasisme di sini: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11925258


[...] dapat kita temui di berbagai negara, tak terkecuali Indonesia. Namun secara istimewa masyarakat Korea Selatan menetapkan tanggal 14 Januari sebagai Diary Day. Diary yang telas diisi dengan tanggal-tanggal [...]