Senja Dengan Dua Kelelawar Teater Cermin Surakarta

Pentas Senja Dengan Dua Kelelawar Teater Cermin

Perbincangan Ismiyati dan Suwarto di depan stasiun tampak semakin memanas. Puncaknya adalah saat Ismiyati mengaku sebagai pembunuh Mursiwi, istri Suwarto yang meninggal disambar kereta api dua minggu lalu. Suwarto kalab mendengar hal itu. Kemudian dia mendekat, mencekik Ismiyati, teman sejak kecil yang begitu dikenalnya, kemudian membantingnya ke lantai tetapi tidak sampai hati membunuhnya meski dendam tengah memuncak di hati dan pikiran Suwarto.

Potongan cerita pembunuhan di atas menjadi suguhan dalam kisah cinta Senja Dengan Dua Kelelawar terakhir yang berlangsung semalam (17/05/2013) di Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah. Dibawakan oleh Teater Cermin Surakarta, lakon Senja Dengan Dua Kelelawar karya Kirdjomulyo digelar selama dua hari yaitu Rabu (16/05/2013) dan Kamis malam berturut-turut.

Setelah terakhir kali pentas pada tahun 2010. Kelompok yang telah lama berdiri dan sempat berganti nama dan personil itu kembali tampil menghibur pecinta teater kota Solo. Bersama sutradara Zaenal Huda, masih dengan personil campuran, tua muda seperti saat tahun-tahun terakhir ini tampil, kelompok dengan genre realis itu ganti menghadirkan stasiun dan rel kereta api ke dalam panggung pertunjukan.

Naskah penulis Kirdjomulyo dipilih menjadi sajian yang ternyata banyak juga disaksikan oleh remaja sekolah menengah dan mahasiswa. Selain menjaga eksistensi dalam berproses, pentas teater Senja Dengan Dua Kelelawar Teater Cermin Surakarta bisa juga dibilang suguhan pertunjukan teater dari senior untuk juniornya.

Kisah cinta nyaris buta Ismiyati

Pementasan Senja Dengan Dua Kelelawar Teater Cermin

Naskah Senja Dengan Dua Kelelawar tampak menyuguhkan cerita cinta yang tidak hanya jujur tetapi juga sedikit buta bagi sebagian penontonnya semalam. Perasaan itu dapat ditangkap dari tokoh Ismiyati, yang bisa dikatakan tidak menyibukan diri dengan urusan agama atau dunia, ketika dia berujar ingin membunuh Mursiwi di hadapan ayahnya, Marsudi.

Semua itu muncul begitu saja karena rasa cemburu kepada Mursiwi yang menikahi lelaki yang dia cintai sejak masa kecil. Tetapi itu hanyalah ketidak seriusan. Omongan emosi yang muncul karena rasa tidak terima Ismiyati. Dibalik rasa yang memunculkan prasangka cinta buta, ternyata terpendam dalam diri Ismiyati cinta tulus. Perasaan itulah yang mendorong Ismiyati untuk “mengorbankan diri” demi Suwarto. Dan menggeser prasangka cinta buta Ismiyati kepada Suwarto.

Prasangka cinta buta itu juga semakin tumbuh dan terasa ketika Ismiyati mengakui kejahatan yang tidak dia lakukan kepada Suwarto. Dia mengaku sebagai pembunuh Mursiwi. Apalagi Ismiyati mengakuinya di tengah rasa berkabung Suwarto yang belum juga hilang.

Pertunjukan Senja Dengan Dua Kelelawar Teater Cermin

Ditambah lagi, Ismiyati juga nekat menyatakan cintanya kepada Suwarto. Meskipun Suwarto telah berujar belum akan mencintai orang lain hingga saat dia menemukan pembunuh dan membalaskan dendamnya.

Pergumulan pun terjadi setelah pengakuan dari Ismiyati tadi. Perasaan dendam yang memuncak mendorong Suwarto untuk mendekat, mencekik Ismiyati, teman sejak kecil yang begitu dikenalnya, kemudian membantingnya ke lantai tetapi tidak sampai hati membunuhnya.

Pergelaran Senja Dengan Dua Kelelawar Teater Cermin

Di tengah kenekatan Ismiyati dan kacaunya Suwarto muncul sosok lelaki mencurigakan yang mengaku bernama Sulaiman ke hadapan mereka berdua. Sulaiman adaah sosok yang juga muncul di malam sesaat sebelum tewasnya Mursiwi. Kehadiran Sulaiman ini lah yang kemudian menghilangkan prasangka cinta buta sosok Ismiyati.

Sulaiman yang datang membeberkan segala hal yang dilakukannya. Bahkan mengatakan dengan jelas bukan Ismiyati yang membunuh Mursiwi melainkan dirinya. Dirinya yang dimakan dendam dan benci terhadap Mursiwi, yang telah menipunya dan juga menipu banyak lagi lelaki lainnya, tak dapat menahan diri untuk melakukan pembunuhan pada malam dua minggu yang lalu.

Teater Cermin Pentas Senja Dengan Dua Kelelawar

Sontak saja Suwarto hanya tersungkur dan menangis juga malu, sementara di sudut teras stasiun Ismiyati pun menangis. Bersama dengan perginya sosok Sulaiman, hilang juga prasangka cinta buta yang ditangkap dari sosok Ismiyati. Suwarto kemudian juga mengakuinya. Sambil tersungkur di kaki Ismiyati dia mengatakan betapa tulusnya cinta Ismiyati dan betapa dirinya telah mengkhianati perasaan itu.

Sponsored Links

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>