Pameran Seni Rupa Wayang Beber: Membeberkan Inspirasi Dan Transformasi Kesenian Berumur 700 Tahun

pameran-seni-rupa-wayang-beber-balai-soedjatmoko

Balai Soedjatmoko kembali menggelar pameran seni rupa yang mulai dibuka untuk umum pada hari Senin, 25 Maret 2013, yang lalu. Berbeda dengan beberapa pameran seni rupa yang pernah digelar di Balai Soedjatmoko, kali ini yang dipamerkan ke hadapan para pengunjung adalah salah satu sumber inspirasi para seniman yang sudah ada sejak 700 tahun yang lalu yaitu wayang beber.

Membuka Pameran Seni Rupa Wayang Beber yang mengangkat tema “Antara Inspirasi dan Transformasi” pada Senin malam yang lalu adalah pertunjukan wayang dengan dalang wayang beber Ki Supani dan Tri Ganjar Wicaksono. Selain pertunjukan wayang, kegiatan lain yang turut diagendakan dalam pameran ini adalah diskusi yang digelar pagi tadi (26/03/13) di Balai Soedjatmoko.

Pameran seni rupa yang tergolong jarang ini mencoba membeberkan keberadaan kesenian yang dianggap tengah mengalami “mati suri”. Mati suri secara pertunjukan karena telah ditinggalkan oleh para penggemarnya dan “nyaris” mati suri juga secara utuh sebagai bentuk kesenian yang mengikat seni rupa dalam wujudnya dan seni pertunjukan dalam pengisahannya.

Wayang ini mendapatkan sebutannya karena secara artefak bentuk kesenian ini menggunakan media berupa lembaran-lembaran kain atau kertas untuk menggambarkan kisah pewayangan. Cara mengisahkan isi cerita dalam wayang ini juga dengan cara membeberkan (membuka) gulungan-gulungan lembaran kain atau kertas baru kemudian dalang dapat, sekali lagi, membeberkan (menerangkan atau menguraikan) isi cerita didalamnya.

Seni rupa dari wayang yang identik dengan Cerita Panji ini masih bertahan selama ratusan tahun dengan menjalani proses transformasi. Baik bertransformasi ke dalam bentuk lain atau dalam wujud isi yang berbeda. Para pelaku yang mentransformasi bentuk wayang ini juga berasal dari berbagai bidang tidak sebatas pada seni rupa saja.

Hingga saat ini masih ada seniman-seniman yang menggunakan wayang jenis ini sebagai sumber inspirasi mereka. Mereka menggunakan berbagai media dan cara untuk memunculkan gagasan baru. Dan dalam Pameran Seni Rupa Wayang Beber “Antara Inspirasi dan Transformasi” ini, Balai Soedjatmoko ingin membeberkan bentuk transformasinya.

Selain memamerkan bentuk-bentuk baru yang terinspirasi dari kesenian yang telah berusia ratusan tahun ini, pameran wayang ini juga memajang beberapa jenis wayang yang berasal dari Pacitan dan Gunung Kidul, dua lokasi yang dikenal sebagai tempat tersimpannya gulungan tua di Jawa.

Bagi anda yang tertarik menyaksikan Pameran Seni Rupa Wayang Beber. Anda dapat mengunjungi Balai Soedjatmoko yang buka setiap hari dari jam 9 pagi hingga jam 9 malam. Pameran ini direncanakan akan dibuka hingga tanggal 1 April 2013. Terbuka untuk umum dan gratis.

Sponsored Links

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *