Mari Berwisata! Mendaki Puncak 3.265 Meter Gunung Lawu – Lawu Mountain Climbing

Wisata Kota Solo tidak hanya menawarkan wisata tradisi dan budaya yang lekat dengan kota keraton saja. Daerah di sekitar Solo seperti Karanganyar juga menawarkan kawasan wisata yang berbeda dengan Solo.

Karanganyar yang memiliki kawasan pegunungan menawarkan wisata alam yang menarik banyak perhatian wisatawan. Wisata religi, wisata sejarah, wisata alam, atau agro wisata menjadi tawaran utama kawasan Gunung Lawu. Karena itu banyak wisatawan biasa mengagendakan kunjungan ke Solo sekaligus ke kawasan Karanganyar karena jarak yang tidak terlalu jauh.

Nah, bagi mereka yang suka tantangan dan pengalaman berbeda, gunung yang berstatus “istirahat” ini menawarkan pengalaman pendakian yang menarik.

Gunung dengan tinggi 3.265 meter dpl ini dianggap sebagai salah satu gunung dengan jalur pendakian yang “rapi”. Jalan setapak dari batu sudah tersedia dan tertata rapi dari pos awal hingga puncak. Selain itu pendaki juga dapat memilih jalur pendakian yang tersedia dengan medan yang berbeda-beda.

Dari kawasan Solo, gerbang pendakian Lawu dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan bermotor (60 menit) atau transportasi umum (2 jam). Gerbang pendakian yang menjadi pilihan adalah Cemoro Kandang (Jawa Tengah) dan Cemoro Sewu (Jawa Timur). Kedua gerbang pendakian ini hanya terpisah beberapa ratus meter saja di antara perbatasan provinsi.

Untuk dapat melakukan pendakian, pendaki diharuskan membayar retribusi sebesar Rp 5.000/ orang (sudah termasuk asuransi). Petugas juga selalu berjaga di pos gerbang pendakian dimana calon pendaki dapat meminta info yang diperlukan dari mereka. Meringankan persiapan pendakian, di depan gerbang juga terdapat banyak warung makan atau tempat penitipan kendaraan bermotor.

Jika anda memilih jalur pendakian Cemoro Sewu maka anda akan melalui jalur yang lebih terjal dari jalur Cemoro Kandang. Tetapi jalur ini jauh lebih cepat ditempuh untuk mencapai puncak Lawu.

Terdapat lima pos pendakian yang akan dilalui para pendaki selama perjalanan (jalur Cemoro Sewu). Dan pada tiap pos pendakian dapat ditemui pondok yang dapat digunakan sebagai tempat berteduh dan beristirahat.

Waktu pendakian yang banyak direkomendasikan adalah pada saat malam hari. Jalur Cemoro Sewu (6.5 km) dapat ditempuh kurang lebih 7 jam dalam kondisi cuaca yang bagus. Waktu pendakian ini biasa dipilih untuk menghindari teriknya sengatan matahari juga perhitungan untuk dapat menyaksikan sunrise dari puncak Hargo Dumilah.

Selain menguji mental dan ketahanan tubuh, pendakian gunung ini juga menawarkan banyak pengalaman lain. Kawasan yang masuk dalam kawasan reservasi alam ini masih menyimpan flora dan fauna yang beragam. Jika beruntung anda dapat menemukan puluhan monyet saat anda menuruni puncak Lawu.

Gunung Lawu yang terletak di sebelah timur Kota Solo hanya berjarak 45 km saja. Berbagai cara dapat ditempuh untuk menuju lokasi ini. Ketersediaan transportasi umum tidak menjadi kendala untuk mencapai gerbang pendakian. Hal yang agak sulit dicari untuk mempersiapkan pendakian dari Kota Solo justru adalah perlengkapan pendakian.

Waktu terbaik mendaki puncak Lawu adalah pada saat pertengahan tahun di bulan Juli hingga Agustus, bulan-bulan sesudah musim penghujan. Namun jika anda ingin merasakan pendakian bersama kesakralan yang ditawarkan gunung ini Malam 1 Suro adalah saat yang tepat. Di saat ini aka nada banyak orang mendaki gunung untuk melakukan ritual atau semedi.

Semoga sedikit informasi ini bermanfaat dan jika ingin mempersiapkan pendapian yang lebih rapi cek saja di sini. Jangan lupa mencicipi molen Tawangmangu dan mari berwisata!

Mount Lawu is the nearest mountain from the city of Solo, about 40 km to the east of Solo. This 3.265 meters high mountain offers all the best things nature could give. It has beautiful scenery, best landscape, fresh atmosphere, and also adventurous natural condition.

The 3.265 meters high mountain is a well known mountain for beginners. It offers sloping tracks, unlike others mountain that has steep tracts which will be great obstacle for beginners.

First thing to know before someone does the mountain climbing is where to start and which climbing track to take. There are two climbing tracks for the option which are Cemoro Kandang track and Cemoro Sewu track. Both tracks are the nearest available options (from Solo). These tracks could be reached about one and a half hour trip from Solo.

The Cemoro Kandang track belongs to the Central Java province while the Cemoro Sewu track belongs to East java province. Each track offers different challenges.

The Cemoro Sewu track offers steeper track than the other track. But when climbers take this track they will reach the mountain top (Harjo Dumilah) faster. There will be five stations along the track and in each station there will be a small shelter to rest. Night climbing is the recommended time to do mountain climbing.

By doing the night climbing, climbers will not only avoid sunburn but also will reach harjo Dumilah at the exact time to watch the sunrise. In a good condition, climbing Lawu from Cemoro Sewu at night will take seven hours trip.

After doing the night trip climbers will have a great view while walking down the mountain. Beautiful slopes, edges, landscapes, forest, or rocks are the main entertainment. And if they were lucky they could see monkeys in the forest near by the start point of Cemoro Sewu.

The best season to climb Lawu Mountain is at July to August, between rainy and dry season. But if you like to find more experiences you could climb the mountain at Malam 1 Suro (first day of the Javanese calendar). At this New Year’s Eve there will be lots people climb Lawu Mountain to do traditional ritual at the mountain top.

Sponsored Links

Trackbacks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>